Tahun 2010

Tahun 2010 adalah tahun kesialanku,,,

1.Sepatu hilang.

2.Helm hilang.

3.Notebook kesayangan hilang.

4.Apalagi yang akan hilang?

semoga dari itu semua ada hikmahnya,,

Filed under: Curhat, Education, Improve Marketing Tip, Latar Belakang | Posted on August 17th, 2010 by Susant | 4 Comments »

BACKUP / RECOVERY di ORACLE

Sudah lama gak update blog, istilahnya sok sibuk gitu,,, yach dari pada gak update sama sekali pengen update, mudah mudahan bermanfaat, awalnya sich mencoba belajar #oracle biar bisa database, disini langsung aja ke BACKUP/RECOVERY data di #oracle.

langsung aja, beberapa command

1. rman target /
catat DBID
DBID 1253841773

2. RMAN> backup database plus archivelog

3. RMAN> list backup

perlu dicatat lokasi dan nama file backupset untuk spfile dan controlfile /u01/app/oracle/flash_recovery_area/ORCL/autobackup/2010_08_0/o1_mf_s_726315851_65q02w5k_.bkp

4. RMAN> shutdown immediate;

5. RMAN> startup nomount;

6. RMAN> restore spfile from ‘<path_nama_file_backup_untuk_spfile>’;

7. RMAN> shutdown immediate;

8. RMAN> startup nomount;
catatan: tujuan untuk set dbid

9. RMAN> restore controlfile from autobackup;

10. RMAN> startup mount;
bisa juga dipaksa: RMAN> startup force mount;

11. RMAN> restore database;

12. RMAN> recover database;

13. RMAN> alter database open resetlogs;

nah itu jalan jalanya backup / recover data di #oracle. berguna untuk mangamankan data kita atau perusahaan,sekian.  thx

Filed under: Education, LINUX, Web | Posted on August 13th, 2010 by Susant | No Comments »

Mencintai Kesendirian, Nyaris Melebihi Apapun

Semuanya terjadi begitu cepat, seperti sekumpulan slide yang berputar cepat di depan mata, samar-samar. Ingatan itu masih sering membayangiku setiap hari. Menghantuiku dan menggerogotiku dengan masa lalu yang terdengar sangat indah.

Siapa yang bisa menyangka apa yang akan terjadi dimasa depan, mama laurent saja menurutku tak mungkin bisa melakukannya. Siapa menyangka hubungan baik yang didasari persahabatan yang sangat kuat dapat hancur dalam hitungan jam, meninggalkan sisa luka tersendiri dihati kami masing-masing.

Gema suara tawa ringan dan senyum lepas masih sering membayangiku disetiap mimpi, membuatku bangun tengah malam dalam keadaan bercucuran keringat, membuatku teringat akan semuanya.Tapi bayangan itu semakin memudar, samar-samar dan mulai tak jelas, tentu saja itu akan terjadi, manusia dapat menghilangkan kenangan yang tak diinginkannya.

Aku sendiri, terpaku diam menatap bosan kedepan papan tulis, duduk sendiri dimeja yang seharusnya ditempati oleh dua orang, nyaris tak berbicara selama enam jam. Mereka ada disana, tepat disebelah mejaku, tertawa lepas, saling berbagi cerita, dan satu diantaranya ada seseorang yang dulu pernah menjadi bagian dari diriku.

Berat, itu yang kurasakan. Tekanan batin ketika semuanya berubah 180 derajat, mengubah diriku, jauh dari yang aku pernah bayangkan. Aku tahu ia menjauhiku dan aku pun ikut menjauh, setidaknya hanya ini yang bisa kulakukan, mencoba untuk mengabulkan apa yang diinginkannya.

Kini aku menemukan diriku disini, nyaris tenggelam dimakan kesendirian, tapi aku terus berusaha, berenang kepermukaan. Air memenuhi paru-paruku, menyesakkan napasku, hingga beberapa kali aku berpikir ingin cepat mati saja. Tapi semua itu terbalas, semua perjuanganku untuk berenang ke permukaan, seluruh perjuanganku untuk terus bernapas.

Aku jauh diatasnya. Sangat jauh diatasnya, ketika nilaiku melampauinya dalam segala hal. Aku tak pernah membayangkan ini bakal terjadi. Pertama kali dalam sejarah hidupku aku berhasil melampauinya, ia yang jenius nyaris tak tertandingi. Ia berusaha bersikap santai ketika nilai itu diumumkan satu-persatu, seakan-akan nilai yang didapatnya tidak membuatnya kecewa sama sekali.

Tapi aku tahu. Sekian tahun bersamanya membuatku mengerti setiap pancaran mata dan ekspresi yang ditimbulkan, ia kecewa. Rasa kecewa yang amat sangat terselubung jauh didalam matanya, ketika ia memalingkan pandangan ke mejanya setiap nilanya disebutkan, nyaris semua nilainya berada dibawahku. Ia tak berani menatapku, entah apa yang dipikirkan.

Aku merasa keberuntungan berpihak padaku, mengajarkanku untuk berenang ke permukaan, meraih duniaku. Kini aku dapat membuktikannya, tersenyum padanya hangat, memberinya semangat lewat pancaran mata. Aku nyaris mencintai kesendirian melebihi cintaku pada orangtua dan Tuhan, kesendirian yang membuatku berhasil.

Filed under: Curhat, Education, Latar Belakang, NGAWOR, Web | Posted on July 30th, 2010 by Susant | 1 Comment »

Chat online

Recent Posts

Friends

Categories

  • @bernadsatriani alay kui opo mas?
  • kesel ngelayani kowe, buanyak yg bilang au kuat tp kni au dah gk kuat,
  • jirud aku do block,, wah cowoke jahat tenan
  • RT @badkiddiess: cc: @precHiechie #ihik RT @bernadsatriani: @zeus_dwi hihihi aku ki lg ngancani turu tuan putri je.. raiso lungo2 :-)
  • itu anak pada ngomongin android
  • wahihihi dengan flasdisk aja nich hidupi lapie
  • @bernadsatriani yo nggko turu nggonku....

Visits

EHT Visits v0.7.2 by Emilio
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes

Copyright © 2010 Catatan seorang yang Tak berguna.

by ZeuS